Mempersiapkan Perbekalan Sebelum Pendakian

Dalam mendaki gunung, hal vital yang perlu diperhatikan selain fisik, kemampuan teknis dan peralatan adalah perbekalan. Perbekalan menjadi kunci sebuah perjalanan dapat berhasil atau tidak. Maka sangat penting menyiapkan perbekalan sebelum mendaki.

Perbekalan sendiri tergolong menjadi dua, yakni perbekalan makanan dan non makanan. Perbekalan makanan seperti beras, lauk-pauk, sayuran, buah, makanan ringan, minuman, dan apapun yang dapat dimakan. Perbekalan non makanan seperti spirtus, parafin, gas tabung dan barang habis lainnya yang tidak dapat dimakan.

Gambar.1 Momen memasak menyenangkan dan mendekatkan

Perbekalan, terutama makanan, juga dapat menjadi sarana rekreasi, hiburan dan meningkatkan semangat saat beraktivitas di kemah. Aktivitas masak dan makan bisa menjadi momentum mengakrabkan kebersamaan. Tidak sedikit juga yang tidak dapat menikmati momen akibat makanan yang tidak sesuai selera atau tidak cukup. Jangan pernah sepelekan urusan makanan, ya. Aturlah perbekalan pendakian sebaik mungkin. Beberapa kiat mempersiapkan perbekalan, khususnya makanan, sebelum pendakian ala 1964 ini mungkin akan berguna.

Perhitungkan Kalori dan Nilai Gizi 

Energi menjadi kunci manusia dapat bergerak dengan cepat, lambat, lemah atau kuat. Maka kandungan energi atau kalori menjadi unsur utama dalam menentukan perbekalan yang akan dibawa.

Kini banyak makanan dengan ukuran minimalis dan ringan namun memiliki kandungan kalori yang tinggi. Jangan malas untuk mengecek nilai kalori pada makanan. Jika membawa makanan tanpa kemasan, kita bisa mengecek kalorinya di internet. Lalu perhitungkan kalori yang kita butuhkan dengan jumlah kalori yang akan kita bawa. Selain kalori, kandunan gizi yang lain juga penting, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan lain sebagainya.

Tak perlu cemas akan menimbun lemak. Selama mendaki gunung kita akan terus bergerak, yang artinya kita akan terus membakar kalori dan lemak.

Perhitungkan Berat

Semakin berat perbekalan yang kita bawa, semakin lambat pula pergerakan kita. Maka perhitungkanlah berat bawaan yang akan kita bawa dengan kesanggupan tubuh membawa beban. Jika perbekalan sudah memenuhi kebutuhan diri sendiri dan tim, jangan terlalu bernafsu untuk menambah perbekalan. Banyak pendaki yang pulang dengan membawa kembali perbekalan yang tidak habis. Artinya kita hanya membawa beban makanan yang tidak kita makan.

Jika bukan pertama kali mendaki, pasti punya pengalaman mengenai perbekalan. Cobalah evaluasi dan pelajari pengalaman perbekalan sebelumnya. Jika belum pernah mendaki, cobalah diskusi dengan teman yang pernah melakukan pendakian atau orang yang sudah mengerti.

Gambar.2 Memasak nasi menggunakan kastrol

Perhatikan Daya Tahan dan Kadaluarsa

Setiap makanan memiliki daya tahan, terlebih makanan yang tidak memiliki kemasan. Perhitungkanlah daya tahan makanan yang akan kita bawa dengan lama pendakian yang akan dilakukan. Jangan membawa makanan yang mudah busuk, berjamur atau basi. Jika membawa makanan yang sudah memiliki kemasan, lihatlah masa kadaluarsanya.

Perhatikan Selera dan Alergi Tim

Jika pendakian dilakukan dengan tim, tanyalah selera makanan mereka. Tanyakan juga, apakah ada yang alergi dengan makanan tertentu. Kita akan mendaki bersama, kebahagiaan dan kenyamanan bersama patut diperhitungkan. Itu yang akan menjadi kualitas perjalanan. Jangan sampai kita membawa makanan yang tidak mau dimakan kawan satu tim lantaran tidak selera dan alergi. Itu akan merepotkan dan tidak berkesan.

Variasikan

Bawalah perbekalan yang variatif, jangan hanya satu-dua jenis makanan. Selain membosankan, hal itu tidak baik untuk tubuh. Kita memerlukan karbohidrat dari nasi atau kentang, protein dari daging-dagingan, serat dan vitamin dari buah dan sayur, serta kandungan gizi dari jenis makanan yang lain.

Gambar.3 Komposisi perbekalan harus tetap diperhatikan gizinya

Kurangi Sampah

Sampah menjadi masalah yang tidak sepele di gunung. Dan itu semua banyak diakibatkan oleh sampah kemasan makanan yang kita bawa. Jika tidak ingin membawa kembali sampah yang kita hasilkan, maka jangan membawa makanan yang menghasilkan sampah non-organik seperti plastik dan kaleng. Bawalah makanan segar yang menghasilkan sampah organik.

Membawa makanan segar selain menghasilkan sampah organik, juga lebih menyehatkan tubuh.

Packing di Ransel

Terakhir, pengemasan di ransel atau packing. Packing perbekalan yang kita bawa di tempat paling atas dalam ransel. Pada saat kita akan memerlukan makanan untuk makan siang atau sekadar istirahat, kita tidak perlu repot membongkar ransel. Hal itu juga akan membuat beban ransel menebar dari atas ke bawah sehingga tidak membebani satu titik.

 

“Proses menyiapkan makanan dan saat menyantapnya dalam penjelajahan, dapat menjadi sarana rekreasi, hiburan, meningkatkan semangat dan menjaga kebersamaan”

 

Bagaimana menurut penjelajah? Apa kalian punya tips lainnya? Tulis di kolom komentar, ya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *