Orienteering: Arena Bermain, Berlatih dan Berprestasi

Oleh: Dohar Parulian (W-0697 Tapak Lembah)

Sumber Artikel: Buletin Wanadri No.1-XVII Februari 2000

Disunting kembali oleh Redaksi 1964 Tropical Voyage

 

Orienteering merupakan permainan hasil pengembangan dari ilmu dan keterampilan Navigasi Darat. Secara sederhana dapat diartikan sebagai permainan mencapai satu titik tujuan dengan menggunakan peta dan kompas dalam mencapai tujuan tersebut.

Kegiatan orienteering sebenarnya banyak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, saat pergi ke sekolah, kerja atau kuliah di pagi hari, kita sudah memikirkan perencanaan rute untuk mencapai lokasi, misalnya jalan termudah, terdekat dan tercepat. Kita juga memikirkan penggunaan kendaraan bis atau becak dan sebagainya. Artinya, untuk mencapai tujuan tersebut kita harus menggunakan pengetahuan, strategi dan kerjasama yang baik (apabila dikerjakan secara berkelompok).

Gambar.1 Memasuki cek poin

Orienteering diperkenalkan oleh bangsa Eropa khususnya bangsa Skandinavia (Swedia, Denmark, dsb). Di negara-negara Eropa tersebut orienteering sudah menjadi suatu kegiatan yang sangat digemari, baik bagi anak-anak, remaja, bahkan orang tua, termasuk perlombaan yang sudah menjadi agenda negara tersebut. Lebih hebatnya lagi perlombaan ini juga dilakukan bagi para penyandang disabilitas yang dilaksanakan secara rutin (sesuai kalender International Orienteering Federation) yang diakui seluruh dunia.

Di Kanada dan Amerika Serikat, kelompok-kelompok orienteering sudah ada sampai ke daerah distrik, yang potensinya dapat diberdayakan oleh pemerintah daerah untuk perlindungan alam, musibah bencana alam, operasi SAR setempat dan lainnya.

Orienteering dijadikan bagian dari olahraga rekreasi (olahraga dengan permainan dan ketrampilan) yang dapat dilakukan siapa saja dengan biaya relatif terjangkau. Di Indonesia sendiri orienteering diperkenalkan oleh Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, yakni dengan diselenggarakannya lomba orienteering di kawasan Bandung Utara pada tahun 1988. Sejak itulah sering diadakan kegiatan orienteering yang diselenggarakan oleh kelompok sejenis lainya. Hanya saja kegiatan ini sifatnya temporer, tidak berkesinambungan.

Gambar.2 Logo Wanadri Orienteering Games 2013

Tahun 1999 Wanadri kembali menggelar kegiatan orienteering dengan nama Wanadri Orienteering Games 1999, yang memperebutkan piala bergilir Ketua Umum Wanadri. Selanjutnya Wanadri berusaha menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun. Ide dasar penyelenggaraan kegiatan Wanadri Orienteering Games (WOG) hanya sederhana, yakni untuk memasyarakatkan orienteering, khususnya bagi para penggiat di alam terbuka dan masyarakat pada umumnya, yang mungkin di kemudian hari masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan ini seperti yang dilakukan oleh masyarakat di negara maju.

Data terakhir Piala Bergilir Ketua Umum Wanadri dipegang oleh KAPA FT-UI sebagai peringkat pertama, selanjutnya diikuti peringkat kedua Mahitala-UNPAR Bandung dan peringkat ketiga oleh Tim Mapaligi Bandung. Wanadri Orienteering Games terakhir kali dilaksanakan tahun 2013 di Telaga Warna, Cisarua, Bogor.[]

Adakah yang ingin kembali mengikuti Wanadri Orienteering Games?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *