Krueng Kluet, Ekspedisi Berawal dari Mimpi

Gambar.1 Foto bersama sebelum keberangkatan dari Sekretariat Wanadri

Setelah proses perencanaan yang memakan waktu cukup panjang, menguras tenaga dan pikiran, akhirnya tim Ekspedisi angkatan Elang Kabut-Cantigi akan berangkat ke Krueng Kluet, Aceh Selatan, untuk melakukan ekspedisi pengarungan sungai. Keberangkatan tim dilepaskan langsung oleh jajaran Dewan Pengurus Wanadri di Sekretariat Wanadri Bandung, pada 24 Mei 2014. Momen ini menjadi momen yang sangat berharga lantaran semua persiapan dan semangat yang selalu dipupuk selama ini akhirnya menemui tahap pelaksanaan, sekaligus mendebarkan karena ekspedisi ini memiliki risiko dan bahaya yang sangat tinggi.

Gambar.2 Mess Kodim 0107 Tapaktuan

Perjalanan pertama kami menuju Medan dan setelah sampai tim dibagi menjadi 2 ; tim 1 langsung ke Tapak tuan dan tim 2 menuju Banda Aceh untuk mengurusi perizinan dan peminjaman Truk dari Kodam Iskandar Muda serta bertemu dengan Mapala Gainpala Ar-raniry sebagai bagian dari tim Ekspedisi. Sesampainya di Tapaktuan, tim mengurus perizinan ke Kodim 0107 Tapaktuan sekaligus melanjutkan rencana kerjasama yang sebelumnya sudah dijalin lewat korespondensi surat dan telepon. Tim mendapatkan izin menggunakan Mess Kodim sebagai pusat basecamp dan komunikasi selama ekspedisi berlangsung.

Tahap pertama pelaksanaan setelah perjalanan transportasi dan pengurusan perizinan, selanjutnya tim akan melakukan pendataan titik-titik yang sudah direncanakan untuk memastikan kondisi sungai dan sekitarnya. Memasuki tahap ini pelaksanaan tugas semaksimal mungkin harus sesuai rencana. Karena akibatnya akan fatal pada semua rangkaian ekspedisi. Koordinasi dan komunikasi sangat berperan dalam kelancaran tugas.

Gambar.3 Proses Pendataan sungai

Pendataan titik-titik sungai Krueng Kluet dilaksanakan selama 12 hari. Setelah itu tim kembali berkumpul di Basecamp Kodim Tapaktuan untuk merumuskan rencana pengarungan yang disesuaikan dengan hasil pendataan. Pada tahap ini semua harus sudah sangat matang. Data-data yang didapatkan selama proses perencanaan serta pendataan digabungkan untuk mendapatkan rencana pengarungan yang matang.

Ekspedisi Olahraga Arus Deras (ORAD) Wanadri Krueng Kluet 2014 dibantu oleh berbagai pihak instansi, organisasi dan masyarakat Tapaktuan, Aceh Selatan. Karena hal tersebut, menjaga sopan santun, menghargai adat dan tetap berhubungan baik adalah aturan-aturan tak tertulis yang harus dijaga.

Gambar.4 Pengarungan di Krueng Kluet

Pengarungan sungai pun di mulai. Selama pengarungan ini tim membawa perbekalan dan perlengkapan sesuai perencanaan. Tim akan bermalam di wilayah sekitar sungai sampai dengan titik akhir pengarungan. Agar tujuan Ekspedisi ini berhasil, dukungan tim darat yang terus memantau komunikasi, perbekalan dan jalur-jalur evakuasi jika terjadi kecelakaan di sungai, sangat berperan penting dan vital. Tim Darat menjadi salahsatu kunci keberhasilan tim pengarung.

Selain melakukan kegiatan pengarungan, ada bagian dari Tim ekspedisi yang melakukan kegiatan bakti sosial di Dusun Sarahbaru, sebuah dusun terpencil dan tertinggal di wilayah Menggamat, Aceh Selatan. Tidak mudah mencapai dusun tersebut, yang hanya bisa dilalui dengan perahu mesin (stempel) dengan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Saking terpencilnya, jika mereka ingin menyampaikan pesan kepada orang di luar dusun, mereka harus menggunakan sistem pesan berantai atau titip pesan kepada masyarakat yang hendak keluar dusun. Tidak ada sinyal telepon di dusun tersebut.

Gambar.5 Bakti Sosial di Dusun Sarahbaru

Baru 2 tahun terakhir ini dusun tersebut mendapatkan listrik. Itu pun dibatasi penggunaannya, hanya dinyalakan dari pukul 5 sore sampai 7 pagi dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Tak hanya itu warga di wilayah Menggamat masih merasa was-was dengan ancaman serangan gajah yang kerap datang untuk mengambil kelapa yang ada di dusun. Terkadang serangan gajah dapat mengakibatkan korban jiwa.

Ketika momen bakti sosial di dusun terpencil itu, tim membagikan tas dan alat-alat tulis pada anak-anak di SD Sarahbaru. Semua tim yang terlibat merasa senang saat melihat rona bahagia di wajah mereka. Namun di balik itu terasa pilu melihat kondisi dusun mereka yang masih jauh dari kata sejahtera.

Gambar.6 Tim Pengarung telah mencapai Titik Akhir

Setelah 46 hari kami lalui mulai dari keberangkatan dari Bandung, akhirnya tim ekspedisi berhasil di titik akhir pengarungan, pada 9 Juli 2014. Bahagia bercampur haru menyelimuti kami semua. Masyarakat, instansi dan organisasi yang turut membantu hadir menyambut di titik akhir. Doa syukur dipanjatkan sebagai rasa syukur karena akhirnya tim bisa sampai di titik akhir dengan selamat.

Setelah beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah, tim mulai bersiap untuk berangkat kembali ke Bandung. Masyarakat yang ramah, bantuan yang banyak mengalir dari berbagai pihak, alam yang indah dan aliran sungai Krueng Kluet yang kini telah diarungi, akan selalu diingat dan menjadi pengalaman yang takkan pernah dilupakan.

Perjalanan pulang menuju Bandung dilalui dengan syukur yang tiada henti-hentinya. Semuanya nyaris seperti mimpi. Dan memang semua ini berawal dari mimpi. Semangat ekspedisi ini akan terus dibawa untuk bekal hidup dan diwariskan pada generasi berikutnya, bahwa semangat dan mimpi adalah kunci meraih keberhasilan.

 

Video Ekspedisi Krueng Kluet 2014 : https://www.youtube.com/watch?v=eMQ8_Lun0_o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *